Mempertanyakan Netralitas Pecinta Transportasi

Pecinta transportasi atau pecinta perusahaan transportasi? Bagi saya, perbedaan antara keduanya hanya pada fokus perhatian. Pecinta transportasi akan fokus pada moda transportasi yang ia gemari, apapun perusahaannya. Sementara pecinta perusahaan transportasi hanya akan berfokus pada perusahaan tertentu. Di dunia railfans/pecinta kereta api, saat ini sedang populer istilah bemper dan hater. Di dunia busmania/pecinta bus, dikenal juga istilah mania rasa owner. Mungkin di kalangan avgeek/pecinta pesawat dan penggemar moda lain juga ada istilah serupa, saya hanya belum tahu. Istilah-istilah tersebut merujuk pada posisi seorang pecinta ketika dihadapkan pada kinerja perusahaan pengelola jasa transportasi yang digemarinya.

Baca lebih lanjut

Orang Indonesia Malas Naik Transportasi Umum?

Pemerintah dan pengelola jasa transportasi terus bekerja keras untuk meningkatkan kualitas transportasi umum di Indonesia, khususnya di kota-kota besar. Kian hari, wajah transportasi umum di Indonesia terlihat semakin membaik. Namun, masalah kemacetan di jalan nampaknya tidak kunjung selesai. Bukankah seharusnya transportasi umum yang baik akan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan tentu saja mengurangi kemacetan?

Ternyata, orang Indonesia masih malas naik transportasi umum. Menurut wakil presiden Jusuf Kalla dalam sebuah pemberitaan di CNN Indonesia, jumlah pengguna transportasi umum di Jakarta saja menurun dari 49% menjadi 19%. Sementara menurut data dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) yang dikutip dari Bisnis.com, sampai Desember 2018 jumlah pengguna transportasi umum di Jabodetabek mencapai 29,9% dari total pergerakan orang di Jabodetabek. Artinya, sebagian besar masyarakat masih memilih menggunakan kendaraan pribadi ketimbang transportasi umum. Kira-kira apa penyebabnya?

Baca lebih lanjut