Dilarang Makan dan Minum di Dalam Kereta?

Sebelum saya lanjutkan, perlu saya perjelas “kereta” yang dimaksud disini adalah kereta komuter/perkotaan seperti KRL Commuter Line dan MRT Jakarta. Jika anda pernah naik kedua moda transportasi itu, anda bisa melihat tanda larangan makan dan minum. Di beberapa kesempatan, saya melihat petugas PKD/Walka di dalam kereta memperingatkan penumpang yang kedapatan makan dan minum. Namun di sejumlah kesempatan lain, petugas membiarkan saja penumpang yang makan dan minum di dalam kereta. Aturan ini juga sempat menimbulkan polemik dan perdebatan yang cukup menarik di masyarakat. Selama bulan Ramadan, pihak MRT Jakarta mengizinkan penumpang untuk berbuka puasa di peron dan kereta asalkan hanya dengan air dan kurma. Berkebalikan dengan itu, di KRL Commuter Line penumpang diperbolehkan berbuka dengan apapun selama dapat menjaga kebersihan. MRT Jakarta memang dikenal ketat dan kaku perihal aturan makan dan minum, sampai-sampai di stasiun saja sulit sekali menemukan tempat sampah. Lantas, apa sebetulnya tujuan diciptakannya aturan ini?

Baca lebih lanjut

Orang Indonesia Malas Naik Transportasi Umum?

Pemerintah dan pengelola jasa transportasi terus bekerja keras untuk meningkatkan kualitas transportasi umum di Indonesia, khususnya di kota-kota besar. Kian hari, wajah transportasi umum di Indonesia terlihat semakin membaik. Namun, masalah kemacetan di jalan nampaknya tidak kunjung selesai. Bukankah seharusnya transportasi umum yang baik akan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan tentu saja mengurangi kemacetan?

Ternyata, orang Indonesia masih malas naik transportasi umum. Menurut wakil presiden Jusuf Kalla dalam sebuah pemberitaan di CNN Indonesia, jumlah pengguna transportasi umum di Jakarta saja menurun dari 49% menjadi 19%. Sementara menurut data dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) yang dikutip dari Bisnis.com, sampai Desember 2018 jumlah pengguna transportasi umum di Jabodetabek mencapai 29,9% dari total pergerakan orang di Jabodetabek. Artinya, sebagian besar masyarakat masih memilih menggunakan kendaraan pribadi ketimbang transportasi umum. Kira-kira apa penyebabnya?

Baca lebih lanjut