Tracking Posisi Kereta Api, untuk Siapa?

Dahulu kala, pernah terjadi kasus yang mencoreng nama railfans (pecinta kereta api). Kasusnya berkaitan dengan aplikasi/situs tracking posisi kereta api jarak jauh yang diperuntukkan hanya untuk pegawai PT.KAI, ternyata bocor ke tangan oknum railfans. Setelah kejadian tersebut, PT.KAI memperbaiki sistem IT mereka dan memperketat pengamanan situs internal mereka. Meskipun sekarang sudah tidak terdengar lagi kasus serupa, namun masih banyak railfans yang berharap mereka dapat melihat posisi kereta api secara real-time. Sebenarnya apa sih kegunaan tracking posisi kereta api, dan siapa saja yang seharusnya bisa mengakses informasi tersebut?

Tracking posisi kereta api di Finlandia

Sebenarnya, yang butuh posisi kereta api secara real-time tidak hanya railfans saja. Buktinya, PT.KCI meluncurkan aplikasi KRL Access yang di dalamnya terdapat fitur lacak posisi KRL lengkap dengan estimasi waktu kedatangan. Fitur lacak posisi di aplikasi KRL Access bisa diakses dari mana saja dan oleh siapa saja, selama orang itu terkoneksi dengan jaringan internet. Fitur lacak posisi KRL itu bermanfaat bagi calon penumpang KRL, penumpang yang sudah berada di KRL, penumpang yang hendak transit ke KRL lain, penjemput penumpang di stasiun tujuan, dan bahkan juga peneliti independen yang ingin mengetahui rata-rata keterlambatan KRL. PT.KAI pun sebenarnya juga punya aplikasi KAI Access yang di dalamnya ada fitur posisi kereta api, tapi sangat terbatas bagi penumpang kereta api yang bersangkutan. Penumpang tidak bisa melacak posisi kereta api lain, penjemput tidak dapat melacak posisi kereta api, dan tentu saja orang yang hanya sekedar ingin tahu track record suatu kereta api sering terlambat atau tidak, tidak bisa melacaknya.

Menurut saya, keterbatasan fitur posisi pada KAI Access itu hal aneh yang disengaja. Informasi posisi kereta api jarak jauh dan estimasi waktu kedatangan sangat membantu penumpang yang tidak tahu sedang berada di daerah mana, membantu mereka untuk memperkirakan sisa waktu sebelum transit ke kereta api atau moda lain, dan memudahkan penjemput sehingga tidak perlu datang ke stasiun tepat waktu apabila ia sudah mengetahui keterlambatan kereta api dari tracking. Tentu saja data seperti ini tidak berbahaya jika dibuka ke publik. Jika bahaya, maka informasi posisi KRL di KRL juga berbahaya, tracking jasa pengiriman barang juga berbahaya, tracking bus Transjakarta di Trafi juga berbahaya. Serangan teroris, sabotase, dan segala macam alasan yang keluar dari mulut pegawai PT.KAI semuanya tidak masuk akal bagi saya.

Tracking perjalanan kereta api di India

Di India, tracking perjalanan kereta api sekaligus laporan jadwalnya disajikan di website dan bisa diakses oleh publik. Cukup masukkan nama kereta api atau nomor kereta api, data akan keluar lengkap dengan pergerakan di peta. Mereka tidak segan membuka akses data real-time semacam ini, padahal tidak jarang keterlambatan kereta api di India mencapai lebih dari 1 jam, bahkan saya pernah menemukan yang sampai 5 jam. Sementara di Indonesia yang ketepatan waktunya lebih baik justru ditutup-tutupi. Alasan keamanan? Menurut saya semakin tidak masuk akal lagi. India yang tingkat kriminalitasnya tinggi saja mampu memberikan keterbukaan informasi. Atau sebenarnya, yang ditakutkan oleh PT.KAI adalah orang-orang yang melakukan controlling terhadap pelayanan PT.KAI dari jauh? Masa’ gitu aja takut.. Kalah dong sama orang India.

Satu pemikiran pada “Tracking Posisi Kereta Api, untuk Siapa?

  1. Kadang denger alasan employeenya Pete sepur di grup “penggemar rel Indonesia” ngeselin, berasa paling bener, paling segala-galanya dibandingkan penumpang, gak terima kritik dan masukan, maunya dingertiin tapi gak mau ngertiin penumpang

    Suka

Tinggalkan komentar