Rakyat Jawa Barat Hebat bersama Kereta Cepat

Hmm, mungkin judulnya tampak seperti kampanye. Tapi ini bukan kampanye, karena Bung Transport tidak membahas politik. Ini hanya pemikiran saya yang terbesit ketika membaca berita tentang tarif KA Cepat Jakarta-Bandung. Dikutip dari Railway Enthusiast Digest, dikatakan bahwa tarif KA Cepat Indonesia China (KCIC) rute Jakarta-Bandung hanya USD 16 atau sekitar Rp 230.000 (kurs USD 1 = Rp 14.000). Harga yang cukup kompetitif menurut saya, mengingat waktu tempuhnya dapat dipersingkat menjadi hanya 30 menit dengan kereta cepat. Selain itu, tarif kereta api Argo Parahyangan kelas eksekutif sudah mencapai Rp 150.000 dan beberapa jasa travel sudah ada yang tembus Rp 200.000.

Maka saya pun membayangkan, suatu saat nanti bisa jadi Argo Parahyangan bakal kehilangan penumpangnya karena beralih ke kereta cepat. Konsekuensinya mungkin saja PT. KAI akan mengurangi jumlah perjalanan KA Argo Parahyangan karena tidak lagi memberikan profit. Jika itu terjadi, maka akan bertambah slot jadwal yang kosong di lintas konvensional Cikampek-Bandung. Terlintas di pikiran saya, PT. KAI dapat memanfaatkan slot kosong tersebut untuk mengoperasikan kereta api barang pengangkut hasil bumi dan usaha rakyat.

Bagaimana cara kerjanya? Tahap awal, tentu saja para petani, pengrajin, dan pengusaha lokal harus membentuk badan usaha minimal berbentuk koperasi. Hasil bumi misalnya, dibentuk koperasi petani di daerah Bandung untuk menjalin kerjasama dengan PT. KAI dalam hal pengangkutan hasil bumi ke Jakarta menggunakan kereta api. Di Jakarta, dibentuk pula koperasi pedagang hasil bumi untuk memasarkan hasil bumi yang diangkut dari Bandung tadi. Koperasi pedagang ini dapat pula menjalin kerjasama dengan PT. KAI untuk pengiriman barang dagangan ke daerah lain. Hal ini juga berlaku untuk para pengrajin dan pengusaha lokal di Bandung yang hendak memasarkan produknya ke Jakarta. Banyak di antara mereka yang sudah memiliki badan usaha berupa CV atau PT, memudahkan untuk administrasi pengiriman barang menggunakan kereta api.

Kegiatan pengiriman barang dari koperasi ke koperasi dan pengusaha kecil ke pedagang menggunakan kereta api tentu saja mendukung program ekonomi kerakyatan yang diusung pemerintah. Karenanya dalam proses tersebut diperlukan pula peranan pemerintah untuk memberikan penyuluhan kepada petani, pengrajin, dan pengusaha tentang keunggulan pengiriman barang dengan kereta api. Selain dapat mengirim dalam jumlah banyak sekaligus, pengiriman dengan kereta api juga menghemat waktu. Jika ini berhasil, maka rakyat Jawa Barat menjadi hebat. Hasil bumi dan produk kerajinan mereka dapat dengan cepat dipasarkan ke daerah lain di Indonesia, bahkan tidak tertutup kemungkinan menembus pasar mancanegara.

Tinggalkan komentar